Apa sih ban itu ?
Pertanyaan itu selalu mengganjal di pikiranku. Sampai sekarang sebagai tukang ban aku merasa tertantang untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Malu dong, katanya Thole udah jadi tukang ban selama sekian taun, mosok pertanyaan yang sangat mendasar seperti itu ndak bisa menjawabnya. Taunya cuman bulet, warna item dan ndak enak kalo dimakan. Kata orang-orang gengsi dong …
Sekarang kan jamannya orang harus bisa mendefinisikan sesuatu, karena seseorang dianggep ahli dan kompeten tentang suatu hal jika dia bisa mendefinisikan hal tersebut. Aku sendiri selalu merasa takjub dan ternganga dengan orang-orang yang suka muncul di tipi itu, yang katanya nara sumber ahli, mereka pasti jago kalo disuruh untuk mengartikan tentang suatu hal dalam pokok bahasannya.
Kita sendiri juga dari mulai sekolah TK, SD, SMP, SMA dan seterusnya, dari wajib belajar 6 taun jamanku dulu sampai sekarang menjadi 9 taon tetep aja masih di doktrin dengan definisi tersebut.
Coba pikirkan aja, sekarang anak kita dianggep pinter jika nilai raport sekolahnya bagus kan, nilai raport bagus itu jika anak kita pas ujian sekolah bisa mengerjakannya kan, nah sekarang coba tengok pertanyaan-pertanyaan yang muncul di ujian sekolah anak-anak kita, kebanyakan pertanyaan yang muncul selalu diawali dengan :
- Apa kepanjangan dari ….
- Kapan si A lahir …
- Kapan si B wafat …
- dsb …
Nah kalo anak kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu baru anak kita dibilang pinter.
Sekarang bagaimana kasusnya dengan anakku yang baru umur 4 taun yang sekarang masih sekolah di TK kelas nol kecil. Waktu penerimaan raport kemarin pelajaran menggambar anakku merah, ketika dikonsultasikan sama guru ternyata anakku pernah suatu kali disuruh menggambar bunga tapi ketika dikumpulkan gurunya mendapati kertas gambar anakku cuman di ureg-ureg (diblok) pake crayon warna hitam, jelas gurunya ndak terima, marah, merasa dilecehkan, lah wong disuruh gambar bunga kok cuman di ureg-ureg, makanya nilai menggambar anakku jadi merah.
Ketika aku tanya ke anakku, “Kenapa adek cuman ureg-ureg item aja, kan kata bu guru disuruh menggambar bunga.”. Coba anda bayangkan apa jawaban anakku, “Kan malam hari pah, jadi hitam, gelap, bunganya nggak keliatan.”. Aku jadi berpikir, anakku yang baru berumur 4 taun itu sakjane pinter apa keminter. Meski aku ngotot bahwa itu jawaban cerdas dari anak berumur 4 taun, tetep aja realitanya nilai menggambar anakku merah. Dan aku juga yakin akan asumsi anda semua jika melihat nilai merah di raport pasti dibilang anak ini tidak pinter, iya toh ….
Lah terus bagaimana juga dengan istriku, selama sekian taun aku hidup bersama dia, Alhamdulillah di karunia anak yang lucu dan “cerdas” (dalam tanda kutip). Aku sangat mengetahui hal-hal apa yang dia suka atau yang tidak, dia juga memahamiku, pokoke aku ndak bisa hidup tanpa dia. Tapi kalo aku ditanya definisi istri, sampai sekarang aku juga mumet menjawabnya. Kalo gitu aku bisa di bilang tidak kompeten dan ahli dengan istriku, yo blaik tho yo …
Kembali ke masalah awal jadi ban itu apa sih ???
Dari wikipedia didapat bahwa yang dimaksud dengan tire adalah sebagai berikut :
Tires, or tyres (in American and British English, respectively), are ring-shaped parts, either pneumatic or solid (including rubber, metals and plastic composites), that fit around wheels to protect them and enhance their effect.
“Jadi yang dimaksud dengan tire atau ban adalah bagian dari roda yang berbentuk bulat, baik yang solid maupun berisi angin yang terbuat dari karet, besi maupun plastik dan dipasang mengelilingi roda.”, kataku dengan sedikit bangga.
Tapi setiap orang yang aku beri jawaban itu jika mereka bertanya kok pada diem aja tidak antusias, bahkan ada yang nyeletuk, “Walah si Thole cuman bisa menterjemahkan saja, kalo gitu semua orang juga bisa.”
Aku jadi berpikir, iya-ya aku kok cuman bisa membeo tok, jangan-jangan aku memang tidak pinter, jangan-jangan “bisa mendefinisikan” memang parameter wajib agar orang bisa dibilang pinter atau kompeten. Jangan-jangan untuk kasus ureg-ureg anakku memang karena dia tidak bisa menggambar bunga bukannya pinter atau keminter.
Atau yang lebih gawat lagi jangan-jangan aku memang tidak kompeten, tidak ahli dan tidak pinter mengenai istriku ….
Dasar Thole bukan maeennn hebatnya, udah menjiwai si hitam bulat luar dan dalam (Jiwa dan Raga).
Salut lah pokoknya …..
we lah dalah, kawan lama berkunjung, yo terima kasih atas kunjungannya. Mohon maap ndak punya apa-apa untuk disuguhkan …
Jadinya tire atawa ban itu sesungguhnya apa??
Ditunggu-tunggu kok lama sekali gak ada terusannya!!, . . . .
—————————————————-
welah … tetangga berkunjung tho, mohon maap karena akses gratisannya sempet macet jadi ndak bisa up date. Maklum untuk akses yang versi bayarnya, belum mampu … ^_^
kapan-kapan, Insya Allah, aku sambung lagi …
Mosok di warung kopi gak punya apa-apa??
Yaa, . . . .kurang afdhol lah !!
———————————–
iya nih, maklum baru buka ^_^ ..